Friday, July 15, 2005

Perkembangan Motorik Bayi 6-12 Bulan

Motorik Kasar

* DUDUK TANPA PEGANGAN (5 bulan 1 minggu - 7 bulan)
Di usia ini bayi sudah mulai bisa duduk tanpa pegangan.

* BERDIRI DENGAN PEGANGAN (6,5 bulan - 8 bulan 3 minggu)
Setelah bisa duduk sendiri, orang tua bisa menstimulasinya dengan menaruh anak di boks atau di lantai yang beralas. Kemudian letakkan kursi/meja kokoh sebagai pegangan. Sedangkan bila di boks kayu, biasanya anak akan mencoba berdiri sambil berpegangan pada tiang-tiang boks.

* BANGKIT UNTUK BERDIRI (7,5 bulan - 10 bulan)
Dari posisi duduk dan tangan memegang pegangan, bayi berusaha mencoba bangkit untuk berdiri. Sebaiknya meja/kursi sebagai tempat pegangan harus kokoh, hingga anak tidak mudah jatuh.
Selagi "dilepas" di lantai, sebaiknya jangan menggunakan kaos kaki karena licin dan bisa membuatnya terpeleset lalu jatuh. Tentu saja pengawasan orang tua sangatdiperlukan.

* BANGKIT LALU DUDUK (7 bulan 1 minggu - 10 bulan 1 minggu)
Semula bayi dalam posisi telungkup atau telentang. Kemudian ia akan bangkit, mencoba merangkak dan mengangkat lengannya agar bisa tegak. Ia juga mencoba mengangkat pantatnya, kemudian duduk. Orang tua bisa membantunya dengan menarik atau memegang kedua tangannya. Agar bayi terangsang melakukan kegiatan ini, sering-seringlah menaruhnya di tempat tidur atau kasur di lantai.

* BERDIRI 2 DETIK (9 bulan 1 minggu - 12 bulan)
Bayi betul-betul sudah bisa lepas dari pegangan, bahkan orang tua bisa menghitung dia berdiri dalam 2 detik. Setelah itu biasanya jatuh lagi karena keseimbangannya belum begitu baik. Namun jatuhnya tidak tergeletak dengan kepala terantuk ke lantai, melainkan dengan posisi terduduk. Karena itu, agar jatuhnya enak, sebaiknya lantai diberi alas.

* BERDIRI SENDIRI (10 bulan 1 minggu - 13 bulan 3 minggu)
Anak sudah tidak berpegangan lagi ketika berdiri. Kini ia sudah memiliki kestabilan, hingga tidak terjatuh.

* MEMBUNGKUK KEMUDIAN BERDIRI (11 bulan - 14 bulan)
Anak sudah bisa berdiri sekaligus dapat membungkuk menuju posisi jongkok, kemudian berdiri tegak lagi. Orang tua bisa menstimulasinya dengan menaruh mainan atau barang yang bisa menarik perhatiannya di lantai.

* BERJALAN DENGAN BAIK (11 bulan - 15 bulan)
Sebelum bisa berjalan, biasanya orang tua mulai menitahnya. Bisa dengan memegangi kedua tangannya atau kalau merasa khawatir bisa pegangi bagian ketiaknya. Lama waktu menitah tak ada batasan. Di usia belajar berjalan ini (sekitar 13 atau 14 bulan), anak masih takut-takut dan kadang jatuh.
Untuk menstimulasi anak agar mau belajar jalan, harus hati-hati. Jangan sampai anak trauma dan akhirnya malah takut berjalan. Kalau sampai terjatuh dan membuat anak merasa sakit sekali, umumnya membuat anak jadi trauma. Sebaiknya, saat anak sedang belajar jalan, orang tua harus memperhatikan lingkungan sekitarnya. Jangan sampai ada benda-benda kecil di lantai yang bisa terinjak dan membuatnya kesakitan atau malah terpeleset dan jatuh.
Selain itu, tidak dianjurkan menggunakan baby walker karena tidak melatih bayi melangkah atau mengangkat kakinya, hingga kemampuannya melangkah kurang terasah. Soalnya, baby walker hanyalah menggeser anak berpindah tempat dan bukan melangkah. Jauh lebih baik melatihnya dengan menitah anak.
Agar anak bisa cepat dilepas dari titah, harus ada dukungan dari orang tua. Usahakan ada dua orang yang menstimulasinya belajar jalan. Seorang memegangnya dan seorang lain berjaga di depannya dengan jarak yang disesuaikan. Artinya, bila anak baru mampu berjalan selangkah dua langkah, si penjaga ini berjarak selangkah dua langkah pula. Bila sudah mulai agak lancar, jarak tersebut bisa semakin dijauhkan. Dengan demikian anak memiliki rasa percaya diri. Ia tahu persis, kalaupun jatuh, ada orang yang berjaga di depannya dan siap melindunginya.

* BERJALAN MUNDUR (12 bulan 1 minggu - 16 bulan)
Setelah kemampuan jalannya membaik, dengan sendirinya anak akan mulai belajar mundur. Ini merupakan salah satu bentuk eksplorasinya. Kelak ia pun akan belajar berjalan ke samping kiri-kanan, memutar, lalu belajar berlari. Dedeh

Motorik Halus

Banyak orang tua, kata Rini, yang kurang memperhatikan kemampuan motorik halus. Padahal, ini penting dan lebih bermakna karena mengarah pada intelegensia anak. Dari sinilah nantinya akan terlihat kemampuan anak menulis. "Anak yang selagi di playgroup atau TK belum bisa memegang pensil dengan benar, ternyata di usia sekolah kemampuan menulisnya kurang baik." Berikut perkembangan motorik halus bayi usia 6-12 bulan:

* MENGAMBIL 2 KUBUS (5 bulan 3 minggu - 9 bulan 3 minggu)
Ukuran kubus biasanya sekitar 1 inci atau 2,5 cm, tidak terlalu besar juga tak kelewat kecil. Kalau terlalu kecil, sulit dipegang dan kelewat besar juga sulit diraih. Gunakan kubus dari bahan kayu yang cukup aman yakni sudut-sudutnya tidak lancip. Di usia ini bayi sudah mulai bisa mengambil satu per satu kubus dengan jemarinya.

* MEMEGANG DENGAN IBU JARI DAN TELUNJUK (7,5 bulan - 10,5 bulan)
Biasanya yang dijadikan parameter objeknya adalah kismis mengingat ukurannya yang relatif kecil sekaligus aman jika termakan oleh anak. Taruh kismis di hadapannya dan dia akan mengambilnya dengan cara menjimpitnya menggunakan jari-jemarinya.

* MEMBENTURKAN 2 KUBUS (6 bulan 3 minggu - 11 bulan)
Anak sudah bisa memegang kubus-kubus yang digunakan di tahap perkembangan sebelumnya. Dengan kedua tangannya, ia akan melakukan gerakan membentur-benturkan kedua kubus tersebut.

* MENARUH KUBUS DI BAWAH (10 bulan - 14 bulan)
Ketika memegang kubus, anak sudah bisa menggunakan dua atau tiga jari lainnya. Ia kemudian akan memasukkan kubus tersebut ke dalam wadah.

* CORAT-CORET (12 bulan - 16,5 bulan)
Meski belum bisa memegang alat tulis dengan benar, anak sudah bisa mencoret-coret. Untuk mengakomodir kemampuan tersebut, beri kertas dan pensil warna yang tak berujung lancip. Sebaiknya jangan pilih krayon atau spidol karena biasanya menempel/membekas di tangan. Belum lagi anak cenderung memasukkan segala sesuatu ke mulut (fase oral).

* MENGAMBIL & MENUNJUKKAN MANIK-MANIK (12,5 bulan - 19,5 bulan)
Orang tua bisa mengajarinya dengan menaruh kismis dalam botol. Lalu balikkan botol sehingga isinya tumpah. Ambil kismisnya dan tunjukkan padanya. Minta anak melakukan hal sama.
Leher maupun mulut botol sebaiknya tidak terlalu lebar ataupun terlalu kecil. Kalau terlalu lebar anak cenderung akan mengambil kismisnya dengan memasukkan seluruh tangannya dan bukan cuma jarinya. Sedangkan kalau terlalu kecil, kismis akan susah keluar dari botol.
Dedeh
SUmber: Tabloid Nakita On Line

0 Comments:

Post a Comment

<< Home